Mau Jual Beli Properti?, Berikut yang Mesti Anda Ketahui

Mau-Jual-Beli-Properti-Berikut-yang-Mesti-Anda-Ketahui

Artikel ini berguna untuk semua aktor property, baik pemilik tanah, entrepreneur real estate, entrepreneur perorangan, calon konsumen ataupun semua yang ikut serta di transaksi jual beli property, diawali dari instansi-instansi pemerintah, pajak-pajak yang perlu dibayar, serta skema pembayarannya. Artikel ini kami kutip dari Facebook Page Pajak Bumi serta Bangunan 

Instansi-Instansi yang Berkaitan Waktu Transaksi Property 

Di dunia property, banyak perijinan serta dokumen yang dibutuhkan. Lembaga pemerintah yang berkaitan dalam transaksi jual beli property ialah: 

Pajak-Pajak Yang Dipakai 

Beberapa jenis pajak yang menempel pada usaha property spesial real estate dapat digolongkan misalnya: 

  1. PBB (Pajak Bumi serta Bangunan) 
  2. Bea Peralihan Hak Atas Tanah serta Bangunan (BPHTB) 
  3. Pajak Pendapatan Berbentuk Final (PPh Final) 
  4. PPN (Pajak Bertambahnya Nilai) 
  5. PPnBM (Pajak Penjualan Barang Elegan) 

Untuk pelajari selanjutnya mengenai pajak-pajak di dunia property, silakan membaca artikel kami yang berjudul Semua yang Butuh Didapati mengenai Pajak Atas Transaksi Property di Indonesia 

Skema Penjualan/Pembelian Property 

a. Penjualan dengan tunai 

Pada skema pembelian ini, konsumen langsung melunasi harga jual dari bangunan, ditambah PPN, PPn BM, BPHTB serta cost mengatur akte jual beli. Skema penjualan dengan tunai umumnya berlangsung pada rumah, apartemen, ruko, serta bangunan yang lain yang telah siap huni. 

b. Credit Pemilikan Rumah/ Apartemen 

Pada skema pembelian rumah/apartemen dengan credit, konsumen cukuplah membayar uang muka dan bekasnya akan dibiayai oleh bank pemberi credit. Bila bank menyepakati permintaan credit nasabah, akan dibikin kesepakatan credit pada bank dengan nasabah serta bank akan mentransfer semua dana credit ke perusahaan/perseorangan penjual rumah/apartemen itu. Bekas pembayaran lalu dapat dicicil dengan periodik ke bank yang berkaitan. Pembayaran uang muka dari calon konsumen (baik sekaligus juga ataupun diangsur) terhutang PPN. 

c. Sewa 

Skema sewa umumnya dipakai di gedung perkantoran serta pusat belanja. Besarnya cost sewa dihitung berdasar pada tarif sewa per mtr. persegi per bulan. Tidak hanya cost sewa, penyewa akan ditanggung service charge. Cost sewa umumnya dibayar didepan oleh penyewa untuk beberapa waktu sekaligus juga, sedang service charge akan ditagih tiap-tiap bulan. 

d. Angsuran Tunai 

Konsumen mencicil harga pembelian bangunan mulai dari pembangunan sampai usai dibuat, waktu angsuran umumnya kurang dari setahun. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mau Jual Beli Properti?, Berikut yang Mesti Anda Ketahui"

Posting Komentar