Stereotip Perempuan: 6 Bentuk Kesetaraan Gender bagi Perempuan

Stereotip-Perempuan-6-Bentuk-Kesetaraan-Gender-bagi-Perempuan

Masyarakat Indonesia umumnya cenderung menganut budaya patriarki yang begitu kental. Begitu pun dibelahan dunia lainnya, dimana stereotip perempuan dianggap manusia nomor dua setelah laki-laki. Meskipun kasus diskriminasi terhadap perempuan tidak se-ekstrim masa lalu, namun masih ada tindakan intimidasi yang tidak terekspos media. 

Perempuan berhak diperlakukan adil dalam berbagai hal, baik dalam hal mengambil keputusan di masyarakat hingga hal yang lebih kompleks. Pada intinya diharapkan tidak ada lagi tindakan penindasan kepada kaum perempuan. Maka dari itu, perempuan mesti dilibatkan sebagai orang penting seperti laki-laki. Karena perempuan juga sama-sama manusia ciptaan Tuhan. Adapun 6 bentuk kesetaraan gender bagi perempuan, berikut akan diuraikan di bawah ini. 

1. Posisi di Masyarakat Sama Dengan Laki-laki 

Seharusnya perempuan tidak disubordinasi oleh laki-laki, meskipun masih banyak kasus perempuan yang dianggap tidak penting di masyarakat. Misalnya dalam hal pengambilan keputusan untuk menentukan kebijakan desa perempuan tidak dilibatkan. Padahal masyarakat yang hidup di desa tidak hanya laki-laki. Dalam hal ini, perempuan memiliki peran penting di masyarakat untuk mengambil keputusan demi terjadinya keadilan diantara laki-laki dan perempuan. 

2. Mendapat Kesempatan Pendidikan Formal Setinggi-tingginya 

Sebelum abad ke-18 perempuan memiliki akses yang sulit terhadap dunia pendidikan bahkan dilarang sekolah. Perempuan lebih dianjurkan segera menikah pada umur belasan tahun dengan kesiapan fisik dan mental yang belum mumpuni. Kondisi seperti ini masih dijumpai pada masyarakat yang berpendidikan rendah. Maka dari itu, pendidikan bagi perempuan itu berperan sangat penting. 

Pada masa sekarang perempuan sudah memiliki akses yang sama dalam mendapatkan pendidikan formal yang setinggi-tingginya. Banyak perempuan yang menempuh jenjang pendidikan S2 dan S3. Kenyataan ini kalau dilihat secara keseluruhan bisa menggantikan stereotip perempuan yang dianggap tidak bisa mengenyam bangku pendidikan setinggi mungkin. 

3. Tidak Diperlakukan Kasar 

Perempuan seringkali menjadi objek dalam kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik, baik itu dalam lingkup rumah tangga atau hubungan pacaran. Tentu ini melanggar hak asasi perempuan dalam hal diperlakukan baik oleh sesamanya. Karena sudah sepatutnya laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan atau keadilan satu sama lain. Tidak diperlakukan kasar menjadi bagian dari kesetaraan gender maupun kesetaraan seksual. 

4. Tidak Ada Kesenjangan dalam Pekerjaan 

Dalam dunia pekerjaan rentan terjadi kesenjangan terhadap perempuan, mulai dari jam kerja sampai gaji. Bahkan dalam kualifikasi pekerjaan tertentu perempuan harus terlihat menarik, cantik, berbadan tinggi, langsing, sampai berkulit putih. Untuk mengantisipasi kondisi yang demikian, pemimpin perusahaan disarankan mengerti kesetaraan gender agar terjadi keadilan antara laki-laki dan perempuan di tempat kerja. Karena perempuan juga menjadi salah satu faktor yang membuat perusahaan tersebut maju. 

5. Mendapatkan Ruang untuk Berpolitik 

Pemimpin Indonesia kini sudah sadar akan pentingnya kesetaraan gender dalam dunia pemerintahan, birokrasi, dan politik. Terbukti dengan diangkatnya Susi Pudjiastuti sebagai menteri perikanan dan kelautan Indonesia yang biasanya posisi ini diperuntukkan bagi laki-laki. Akan tetapi, kemungkinan pejabat perempuan dalam menentukan kebijakan masih belum terlibat secara intens. Tidak hanya itu, masyarakat harus sadar kalau perempuan bisa menjadi seorang pemimpin negara. 

6. Memiliki Hak Kepemilikan yang Sama 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan hak hukum kepada perempuan Indonesia dalam akses ke properti, tanah, dan akses pinjaman ke bank serta kredit. Keputusan ini untuk menghentikan dominasi laki-laki dan menghindari tidak diuntungkannya perempuan. 

Demikianlah 6 bentuk kesetaraan gender dalam rangka menghilangkan stereotip perempuan sebagai manusia kedua setelah laki-laki. Bentuk kesetaraan gender ini diperuntukkan bagi perempuan dalam mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang. Maka dari itu, kesetaraan gender penting demi terwujudnya keadilan antar sesama.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Stereotip Perempuan: 6 Bentuk Kesetaraan Gender bagi Perempuan"

Posting Komentar