Ketahui beberapa gejalanya sebelum mengobati lumpuh otak tersebut.

Sumber: Alodokter.com
Gejala lumpuh otak tersebut sepertihalnya Otot kaku atau malah sangat lunglai. Tremor. Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis). Kurang merespons terhadap sentuhan atau rasa nyeri. Kesulitan melakukan gerakan yang tepat, misalnya saat mengambil suatu benda. Gaya berjalan yang tidak normal, seperti berjinjit, menyilang seperti gunting, atau dengan tungkai terbuka lebar. Masih mengompol walaupun usianya sudah lebih besar, akibat tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urine). Gangguan berbicara (disartria). Kesulitan dalam menelan (disfagia). Terus-menerus mengeluarkan air liur atau ngiler. Gangguan kecerdasan. Gangguan penglihatan dan pendengaran. Kejang. Kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh. Misalnya menyeret salah satu tungkai saat merangkak, atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan. Terlambatnya perkembangan kemampuan gerak (motorik), seperti merangkak atau duduk. Dan berbagai keluhan yang mungkin dapat anda rasakan sendiri. 

Gangguan perkembangan otak pada anak merupakan salah satu penyebab lumpuh otak itu terjadi. Kondisi tersebut umumnya berlangsung pada masa kehamilan, tetapi juga dapat terjadi saat proses persalinan, atau beberapa tahun pertama setelah anak lahir.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan perkembangan tersebut, namun kondisi lumpuh otak diduga terjadi karena sejumlah faktor diantaranya, seperti: 

  • Terganggunya suplai darah ke otak janin (stroke janin). 
  • Kurangnya suplai oksigen pada otak bayi (asfiksia) selama proses persalinan. 
  • Kelahiran prematur, yaitu lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. 
  • Bayi kembar dua atau lebih. Risiko terjadinya cerebral palsy akan meningkat pada salah satu bayi yang selamat, apabila bayi yang lain meninggal saat lahir. 
  • Berat badan bayi yang rendah saat lahir, yaitu kurang dari 2,5 kilogram. 
  • Perubahan pada gen, yang memiliki peran dalam perkembangan otak. 
  • Infeksi saat hamil yang menular pada janin. Contohnya cacar air, rubella, sifilis, infeksi toksoplasma, dan infeksi cytomegalovirus. 
  • Radang pada otak atau selaput otak bayi. 
  • Penyakit kuning yang meracuni otak (kernikterus). 
  • Cedera parah di kepala, misalnya akibat terjatuh atau kecelakaan. 
  • Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi. 
  • Kelahiran sungsang, yaitu lahir dengan kaki terlebih dulu keluar.
Lebih dari 50 persen penyebab lumpuh otak belum dapat dipastikan. Namun, kemungkinan besar hal ini terjadi akibat pengaruh dari cedera pada otak yang terjadi sebelum perkembangan otak sempurna karena perkembangan otak tersebut berlangsung selama dua tahun pertama. Cedera-cedera yang terjadi selama periode prenatal, perinatal, dan postnatal ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya lumpuh otak. Di samping itu, lumpuh otak tersebut juga bisa terjadi akibat hipoksia atau infeksi selama proses kehamilan. Ada beberapa gejala lumpuh otak 

yang wajib diwaspadai, yaitu sebagai berikut. 

  • Tonus otot abnormal: Gejala yang sering muncul, sepertihalnya hipotonik atau yang lebih umum yaitu hipertonik. 
  • Adanya riwayat keterlambatan perkembangan motorik, khususnya pada tahun pertama dalam kehidupan. 
  • Kegagalan merangkak asimetris 
  • Peningkatan refleks, Menunjukkan adanya lesi neuron motorik atas. 
  • Keterbelakangan atau ketiadaan refleks postural atau protektif. 
  • Gangguan pertumbuhan yang terjadi, terutama segala hal yang menjadi faktor kegagalan untuk berkembang. 
Gangguan kecerdasaran, penglihatan, pendengaran, dan bicara, kejang, otot kaku, tremor, kesulitan dalam menelan, berjalan jinjit, atau terus-menerus mengluarkan air liur (ngiler) juga merupakan salah satu gejala lumpuh otak yang harus kita waspadai dalam penyakit tersebut, agar lumpuh otak tidak terjadi sehingga tidak mengganggu perkembangan normal kehidupan sang anak. Sehingga, lakukan segala cara agar dapat memastikan munculnya lumpuh otak dalam diri sang anak maupun orang disekitar yang kita sayang. Karena tentunya otak yang tidak bisa berfungsi dengan baik sangat mengganggu aktifitas kita sehari-hari. 

Sumber referensi Alodokter.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketahui beberapa gejalanya sebelum mengobati lumpuh otak tersebut."

Posting Komentar