Perizinan Pemasangan Panel Surya


Panel surya adalah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip yang disebut efek photovoltaic. Energi listrik yang dihasilkan akan disimpan ke dalam sebuah baterai, kemudian digunakan untuk mengoperasikan perangkat elektronik sesuai kebutuhan listriknya.
 
Secara sederhana, cara kerja panel solar adalah dengan menyerap cahaya matahari dan menapung energi yang dihasilkan ke dalam sebuah baterai. Dengan demikian, sistem bisa berjalan meskipun di sore hari, malam hari, atau ketika kondisi hujan. Selain itu, terdapat kabel yang terintegrasi dengan instalasi listrik di dalam rumah. Ketika ada konsumsi listrik dari barang elektronik, misalnya ketika menyalakan televisi, secara otomatis tenaga listriknya diambil dari baterai.
 
Sebagai usaha untuk mendorong pemanfaatan energi surya, mengembangkan industri panel solar, serta mengurangi emisi gas rumah kaca, pemerintah mendukung penggunaan panel solar sebagai pembangkit listrik mandiri di rumah. Pemerintah juga telah mengatur perizinan pemasangan panel solar.
 
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2019, berikut ini poin-poin seputar perizinan PLTS atap.
 
Bagi masyarakat yang akan memasang panel listrik surya hingga sebesar 500 kilovolt ampere (kVA), tidak perlu mengajukan izin pemanfaatan. Namun, jika lebih dari 500 kVA, Anda perlu mengantongi izin operasi.
 
Masyarakat yang akan mengurus perizinan pemasangan panel solar perlu melengkapi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis.
 
Pemerintah akan mengecek untuk mengetahui pelanggan yang memenuhi persyaratan, seperti kepemilikan hasil uji pabrikan, sertifikat produk, atau dokumen standar keselamatan produk yang setara. Jika semua telah terpenuhi, pelanggan akan dinyatakan telah memenuhi kewajiban Sertifikasi Laik Operasi (SLO).
 
SLO diterbitkan Lembaga Inspeksi Teknis (LIT) yang akan dipublikasikan pada laman Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan PT PLN. Sedangkan izin operasi diberikan oleh Menteri ESDM atau gubernur sesuai dengan kewenangannya.
 
Pelanggan wajib menyampaikan laporan sebanyak satu kali kepada Kementerian ESDM sebelum melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri. Hal ini dilakukan untuk pendataan.
 
Jika tertarik ingin pasang solar panel dapat menghubungi sewatama yang sudah pasti memiliki keahlian dibidang solar panel.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perizinan Pemasangan Panel Surya"

Posting Komentar